Minggu, 12 Januari 2014

Bayangan



Puisi oleh:
(Andri M. Pradhana)

Tak ada hitam yang mendekati putih

Saat putih yang tak kuasa menghitam

Terpijak seperti alas dalam naungan sunyi

Sebagai gelap yang tak pernah tersentuh terang
 
Dalam renung dan nafas

Terhenti saat terlepas

Dan menghilang saat cahaya menghilang

Meredup saat jasad tiada terlelap

Membalik hingga tak pernah kembali

Menutup dalam kekosongan hati

Meraba yang  tak terlihat

Mencium yang tak terawang

Yang tersapu hembusan kelam



Dalam heningan hanya ada satu bayangan

Tak terlepas dari langkah sang pijakan

Mendebur seperti debu yang usang

Tak tersentuh jiwa yang tak tenang

Kini tiada saat bayang menghilang

Berpesan dalam cahaya yang terang

Karena ada dalam sisi yang berbeda

Tak seperti sisi lain yang nyata

Ada dalam bagian yang berbeda

Dan menemani langkah dalam sesal



Bayang dalam bayangan

Tertutup jiwa yang bimbang

Penuh arak dan perak

Yang tiada dalam benak

Bayangan tak ada makna

Berwujud gelap yang semakin gulita

Bercermin dalam pekat malam

Hingga tiada bayangan yang  terlihat

Seperti bayang dalam bayangan

Cermin

Puisi oleh :
(Andri M. Pradhana)

Sebuah makna hidup di antara nyata dan maya
Dibalik kaca di dalam kekosongan  jiwa
Mengisi raga yang tak bernyawa
Dan berlebur oleh kebohongan kata

Melihat tanpa ada perbedaan
Menyentuh yang tiada tampak
Menyapu dari segala kegelisahan
Yang diam dan tak ada makna

Saat retakan itu menggoresi permukaan yang suci
Bersama raut wajah yang tak pernah berseri
Termenung dalam kebimbangan dan hampa
Tersadar dalam hayal yang tak pernah ada
Akankah kegelisahan mengisi retakan itu?

Kini tak ada serpihan yang menghapuskan keanggunan
Seperti luka yang tak sebening permukaan cermin
Hanya retakan itu yang membuatnya mendua
Menjadi berbeda yang sebenarnya sama
Akankah kebohongan yang mengisi retakan itu?

Saat senyum bercermin senyum
Saat risau bercerminkan kesedihan
Menghapus yang kini berbisikan kerinduan dan kebosanan
Hanya cermin yang menampakan keadilan
Akankah kejujuran mengisi retakan itu?

Dalam cermin dalam kedustaan
Hanya kebenaran yang tampak di luar
Ada kebohongan yang mengisi di dalamnya
Karena tak ada retakan yang tak bersebab

Di balik cermin di antara nyata dan maya

Jumat, 10 Januari 2014

Hujan di Tengah Malam



“Hujan itu tetesan yang ku anggap butiran pesan yang akan menghempas saat ia jatuh… dan membasahi apapun yang ia sentuh.”
 
http://www.shnews.co/foto_berita/49hujan-cicisilent.blogspot.com.jpg-          Aku sebagai tetesan hujan. Aku sama seperti tetesan-tetesan lainnya berlomba-lomba membasahi permukaan tanah. Begitu cepat dan rintik kami bergemericik bersama mereka. Itu terdengar jelas saat tengah malam saat orang-orang terlelap dalam tidurnya dan kami diam-diam melantunkan melodinya. Tak ada yang tahu bahwa kami bernyanyi begitu merdunya dan itu sangat hening dan sunyi hanya terdengar tik…tik…tik… dan tik tik tik…tik…tik tik…tik… tik tik…tik yang berirama seperti nada lagu yang indah. Dan aku tahu ada orang yang suka mendengarkan tetesan hujan di tengah malam.

Rabu, 25 Desember 2013

Manusia dalam Ambang Kebingungan

          Ada saatnya manusia berada dalam ambang kebingungan. Mengapa demikian? kala manusia disuguhkan dalam sebuah persimpangan. Sesuatu yang menganggapnya itu pilihan pilihan yang mana membawanya ke arah kebaikan atau keburukan.

Rabu, 30 Oktober 2013

Save Our Earth


Saat laut menggoyangkan ombaknya…
Saat hutan membakar amarahnya…
Ketika tanah meretakan setiap sudut-sudut dunia…
Itu karena siapa…
Air yang menenggelamkan rumah-rumah kita…
Menyapu bersih puing-puing kehidupan..
Yang terhembus angin… terhempas kepedihan…
                        Selamatkan bumi kita aaa…
                        Dari tangan-tangan mereka..
                        Jagalah bumi kita aaa…
                        We are save our earth…
Ingatkah engkau kawan-kawan kami…
Bumi yang kita cintai ini…
Menangis sedih… Menangis perih…
Bibit berlian pelindung bumi…
Penyejuk setiap alam… bumi pertiwi…
                        Selamatkan bumi kita aaa… (selamat bumi kita..)
                        Dari tangan-tangan mereka..
                        Jagalah bumi kita aaa… ( jagalah bumi kita)
                        We are save our earth… 3x
                        … we are save… our earth…

                   

Senin, 14 Oktober 2013

The Real Ospek #1


Perlu diketahui sebelumnya, setelah kita lulus dari jenjang sebelumnya entah itu SMA, SMK, MA, SMEA, SMAE, atau Sederajat atau apalah namanya pasti ada aja pertanyaan dan coment coment standar yang terlintas dan disuguhkan di mulut kawan kawan dan orang orang disekeliling kita.
 Banyak sautan yang sebenernya banyak berkesan positif dan berkesan negative seperti ini “wey bro lanjutin kemana sekolah” ,”kuliah dimana sekarang” “ambil pendidikan apa?” atau “kerja dimana lo” ada lagi yang bilang “jualan dimana sekarang, pesen combronya ya 5rebu haha” dan masih banyak modusan orang orang yang bilang aneh aneh kaya “wey, kemana lo, kuliah, kerja, nganggur, atau kawin??” itu nanya apa mojokin.

Kamis, 11 Juli 2013

Ini yang buat gue takut…??

  Katanya gue pernah punya penyakit phobia yang namanya “foldrivamateurophobia”. Wuih phobia apaan tuh? Gue tau loh pasti aneh kan ngedengernya, nah apa lagi gue. okeh gini pembahasannya, menurut pakar yang entah darimana asalmuasalnya mengatakan bahwa itu adalah singkatan dari “follow the amateur of driver phobia” yang artinya takut nebeng sama pengemudi yang masih amatir.