Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2015

Rindu Sepenggal Malam

Rindu Sepenggal Malam
Angin sunyi..
diam-diam bersembunyi dari balik kerisauan hati
ada satu kisah cinta dan luka bersimfoni
menjalin ikatan-ikatan berjeruji
ketika bersinggungan, memercikan api
menangkis rasa hening yang lahir menyelimuti
berteriak dalam kehampaan
membisu dalam kebisingan
menghilang ketika mereka terpisahkan jarak hingga
tak ada ruang untuk mengisi rindu 

Namun sebuah malam merangkul dari balik kegelapan
mengisi kekosongan jiwa yang merintih
meredupkan setiap berkas cahaya
menggantinya dengan kehadiran malam

Rindu riuh..
menggema di sekujur tubuh malam
bertelanjang kaki-kaki kecil merayap tenggelam
menyelundup dari celah-celah sepasang mata
hanyut dalam bungkusan hati. kenangan
menunggu surat kecil di sepenggal malam
yang kau tulis dan sampaikan. Rindu.

Namun aku menunggu rindu palsu
tak ada serpihan kata-kata menjelma di sana
yang biasa kau titipkan pada sepenggal malam yang kelam
aku menanti..
hingga tak pernah mengenal cinta-cinta yang lain
ku biarkan mereka tenggelam gelap gulita yang memangsa luka

bukankah cinta dan luka selalu berdampingan?
lantas apa arti sebuah rindu 
yang memisahkan mereka
dan kenangan yang menyatukan mereka?

kau tulis dalam bait doa
kau kirim pada sepenggal malam
ku terima dalam penantian
kemudian menjelma menjadi rindu
yang kelak bermuara dan bersemayam di sana. setiap malam..


Andri Mulyahadi


Rabu, 01 Oktober 2014

Luka

(oleh : Andri Mulyahadi)

Apa itu luka?
Mengapa bisa ada luka?
Bagaimana bisa, luka memberikan rasa sakit?
Dan bagaimana bisa kau biarkan luka menyakitimu?

Selasa, 23 September 2014

Cinta di Pagi Hari

(oleh : Andri Mulyahadi)

Hanya cinta yang lahir di pagi hari
Cinta yang ada sesaat namun berarti
Sampai sesuatu yang menghentikannya, siang hari...
Waktu melahirkan cinta di pagi hari
Mematikannya hingga pagi bertemu pagi lain
Karena tak ada waktu lain menggantikannya
Selain siang hari

Sabtu, 26 Juli 2014

Kayu dan Api

Oleh :
(Andri Mulyahadi)

Ini puisi kayu dan api..
Dengan kata yang disampaikan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku mencintai dengan sederhana, bukan lebih bahkan terlalu
Hanya karenamu aku terhangus, hanya karenaku kau menyesal
Seperti sesuatu yang kau dan aku lahirkan, Abu…

ini puisi kayu dan api..
dengan kata yang disampaikan api kepada kayu yang dijadikannya abu
bukan karena cinta sederhana, aku hadir menyentuh tubuhmu
sungguh karenamu aku hidup, dan karenamu aku mati
seperti sesuatu yang kau dan aku lahirkan, Abu....

ini puisi kayu dan api..
bukan kata yang disampaikan abu yang dilahirkan kayu dan api
mencintaimu dengan sederhana, seperti rindu ibu dan ayah
dengan aku engkau merana, karena aku engkau tiada
seperti cinta kayu dan api kepada abu..

ini puisi kayu dan api..
bukan kataku yang disampaikan lewat tulisan
tertulis cinta yang sederhana, bukan cinta karena terpaksa
kata yang disampaikan dari kayu kepada api, api kepada kayu, dan abu kepada kayu dan api
seperti keluarga tanpa rumah, beratap asap beralas debu
karena mereka aku tak ada, karena mereka aku sederhana

itu sesuatu yang mereka hadirkan, cinta dengan sederhana.

Jumat, 28 Maret 2014

Panggung Sandiwara

(puisi oleh)
Andri M. Pradhana

Kemarin rasanya aku ingin mati
Dibawah kerlip lampu neon ibu kota yang sunyi
Berteman sinar kecil meredup sesekali
Dan berteriak tenggelam ditelan bumi
..aaaaa…
Bukan siapa aku mengapa
Bukan karena engkau dimana
Perlahan hidup ku habis dimakan usia
Dan meninggalkan panggung sandiwara...

Kemarin rasanya aku ingin mati
Bersama penghuni gelap penyayat hati
Seperti panah-panah penembus rongga dada
Berjalan tak seperti penunggang kuda
Yang terus berlari..
Husssssss…
kepakan angin merobek mata
menerjang rumput-rumput di depannya
Dan meninggalkan panggung sandiwara…

Kemarin rasanya aku ingin mati
Terbaring sunyi dihamparan kota mati
Kau tak tahu
Bahkan kau tak jemu
Ingin ku melawan
Diantara ribuan godaan awan
Menyelimuti malam menutup rembulan

Kemarin rasanya aku ingin mati
Tak pantas berada di panggung sandiwara ini
Tak tahu mengapa aku di sini
Tak seperti mereka yang sejati
Karena ku bukan siapa siapa lagi
Disini…
Aku ingin pergi..
Dan meninggalkan panggung sandiwara..

Untuk terakhir kali…

Senin, 17 Maret 2014

Semalam di Bui

Puisi oleh:
(Andri M. Pradhana)

Tiada hari tanpa gelapnya sang malam
Dingin hanyut menggeletakan pemuja kebebasan
Di setiap sudut kesunyian menghampiri
Setiap jiwa yang ingin berdiri
Di atas kesesalan di balik jeruji
Penghempas kaum tak terpuji

Kamis, 06 Maret 2014

Diantara Langkah dan Persimpangan

Puisi oleh:
(Andri M. Pradhana)

Aku…
Berjalan kemana langkahku berpijak…
Membawa ke jalan yang tak pernah ada persimpangan…
Yang sebenarnya kakiku enggan menyentuh debu-debu ini…

Kamis, 13 Februari 2014

Kamu

Yang membuatku terus tersenyum
Dengan nada dan gerikmu yang anggun
Terkadang membuatku tersipu
Terkadang menjadi pilu
Pernah ku merasa samar
Tapi kamu yang membuatnya jelas
Pernah ku merasa gelap
Dan kamu yang membuatnya terang
Pernah hidupku hitam putih
Lalu kamu lukiskan warna warni
Dulu hidupku menangis
Karena kamu hidupku tertawa
Seperti apa bukan apa apa
Seperti itu juga bukan itu
Kamu memang kamu
Selalu membuatku diam
Dan terus menatapmu
                Ku tertawa melihat kamu tertawa
                Ku tak rela melihatmu menangis
                Ku tak ingin membuatmu patah hati
                Ku ingin membuatmu secantik mawar
Dalam hatiku yang selalu berkobar
Kamu terlalu rapuh untuk merasakan sedih
Kamu terlalu pudar untuk mengharapkan yang lain
Aku selalu ingin melihatmu bahagia
Aku selalu ingin cantikmu selalu ada
Karena kamu membuatku kagum

Karena itu membuatku memilih kamu 

Minggu, 12 Januari 2014

The Rain With Temptation Love


Puisi oleh :
(Andri M. Pradhana)

"The Rain With Temptation Love"

When I can wait the rain is over
When I can see in the around
its very bad...

the droplets rain is said
to cloud is clouldy
be reveresed sad in the sky
will I drop as droplets is weak?
no, I know...
you should be droplets is beauty with you show
dancing, singing, and flying into the down
Really..??
of course, I wait you drop is graceful
and give mean in my life
to be what I write to my story 

when I know the rain helped me
from peoples is temptation
saw without your twin-eyes 
not as the snake stand on the earth
not as the eagle srcaping the sky
not as the shark ruling in the seas
nothing said nothing the movement
just gaze is trouble...

opened what was you have?
or closed without try again
gave what was you have?
or take with my hand
and now I know
when rain is hidden
for what...?
I must learn coz it is guide for me
and when the rain is over
its only temporary
continue without sign...

the rain give me attentions
give stopped in tonight
coz I have love is love
not temptation love
and this just..
the rain with temptation love...

Lukisan Pelangi


Puisi oleh:
(Andri M. Pradhana)

Akankah kita berada dalam sebuah lukisan ?
Yang tampak hanya goresan-goresan kelabu
Tak lebih seperti pahat yang tiada arti
Memercakan di setiap sudut pati
Dan keindahannya yang tak pernah terwujud

Akankah ku sebut warna dalam butiran hujan?
Yang tampak anggun mengaliri pulir sungai yang jernih
Tiada seperti siraman senja yang dibanjiri sang pelangi
Ketika akan saatnya tersenyum dan manja
Sebagai bunga seroja yang tumbuh dalam ranting
Dan daun dalam batangnya

Akankah ku pertemukan dua hati dalam warna pelangi?
Yang memerah hingga menguning
Tiada kelabu menjadi nuansa bening
Kini mereka bertemu seperti merpati dan kaswari
Mengaduh janji lukisan pelangi
Yang tak pernah pudar mewarnai hati

Akankah ini lukisan pelangi?
Yang ku lukis dengan jiwa dan hati
Tak ada warna yang terlewatkan
Tak ada makna yang tak sepadan
Semua berseri seperti cinta dalam lukisan pelangi




Bayangan



Puisi oleh:
(Andri M. Pradhana)

Tak ada hitam yang mendekati putih

Saat putih yang tak kuasa menghitam

Terpijak seperti alas dalam naungan sunyi

Sebagai gelap yang tak pernah tersentuh terang
 
Dalam renung dan nafas

Terhenti saat terlepas

Dan menghilang saat cahaya menghilang

Meredup saat jasad tiada terlelap

Membalik hingga tak pernah kembali

Menutup dalam kekosongan hati

Meraba yang  tak terlihat

Mencium yang tak terawang

Yang tersapu hembusan kelam



Dalam heningan hanya ada satu bayangan

Tak terlepas dari langkah sang pijakan

Mendebur seperti debu yang usang

Tak tersentuh jiwa yang tak tenang

Kini tiada saat bayang menghilang

Berpesan dalam cahaya yang terang

Karena ada dalam sisi yang berbeda

Tak seperti sisi lain yang nyata

Ada dalam bagian yang berbeda

Dan menemani langkah dalam sesal



Bayang dalam bayangan

Tertutup jiwa yang bimbang

Penuh arak dan perak

Yang tiada dalam benak

Bayangan tak ada makna

Berwujud gelap yang semakin gulita

Bercermin dalam pekat malam

Hingga tiada bayangan yang  terlihat

Seperti bayang dalam bayangan