Selasa, 28 Agustus 2018

Kisah-kisah yang Hilang dalam Memori : #1 - Aku

            Aku adalah sebuah entitas yang gemar mengumpulkan kata-kata.


            Pekerjaanku, santai namun sangat sulit. Tadinya aku ingin menjadi seorang astronot atau seorang ahli kimia murni dan fisikawan. Jauh ketika aku masih seorang anak sekolah taman kanak-kanak, aku menulis cita-cita itu di tembok kamarku. Satu-satunya tokoh yang aku kagumi saat itu adalah Neil Armstrong. Dia (katanya) orang yang kali pertama mendarat di permukaan bulan. Aku sangat terinspirasi dan termotivasi ketika ayah menceritakan tentang dia. Padahal aku tidak pernah tahu. Rasanya belum saatnya otakku belajar tentang angkasawan dan dunia astronomi. Cukup belajar menulis, membaca dan berhitung.

Kamis, 26 April 2018

Selasa, 06 Maret 2018

Ekspedisi Pantai Laut Selatan

           Bagaimana jadinya jika sebuah insiden berhubungan dengan rumor dan mitos yang beredar di masyarakat?


            Mitos.

            Percayakah anda terhadap mitos atau cerita takhayul?

            Percaya atau tidak, bagi saya tidak jadi masalah. Justru pertanyaan tersebut malah membuat saya penasaran dan mencari sesuatu yang menarik. Jika Anda dituntut untuk menjawab pertanyaan tersebut apakah Anda percaya, alasannya kenapa? Begitupun jika tidak percaya, alasannya kenapa?

            Saya tentunya tidak akan menjelaskan rinci apa itu mitos, mitos adalah.. blablabla, definisi mitos, dan lain sebagainya, karena pada umumnya Anda paham mitos itu sendiri. Namun, sebagai pengantar mau tidak mau saya akan sedikit berpendapat mengenai mitos.

            Ternyata, mitos itu awalnya adalah sebuah ucapan dari mulut ke mulut. Ucapan tersebut lama kelamaan menjadi sebuah cerita. Biasanya orang yang bercerita itu adalah orangtua jaman dulu tentang sebuah kejadian atau hanya sekadar memberi peringatan kepada anak-anaknya untuk tidak nakal atau mencegah hal buruk menimpa mereka. Seperti jangan bermain petak umpet di waktu magrib, anak perawan jangan keluar malam-malam, jangan berkata sompral di tempat asing, dsb.

            Cerita yang disebarluaskan secara lisan dan turun-temurun dari keluarga, tetangga, hingga masyarakat menjadikan adanya aturan yang berbau peringatan atau biasa kita dengar “pamali”.

            Cerita yang menyebarluas itu disebut mitos atau cerita takhayul, cerita yang penemunya pertama kali tidak dikenal, namun secara umum kita menganggap hal tersebut adalah sebuah cerita yang benar ada dan terjadi.

            Selanjutnya Anda akan merasa mitos tersebut adalah sebuah kebenaran realita atau hanya karangan belaka? Mungkin setiap orang memiliki pendapat yang berbeda dari masing-masing sudut pandang dan argumen.

            Hal yang membuat saya tertarik tentang mitos adalah ingin membuktikannya sendiri dengan cara merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang akan menjawab kekeliruan saya. Salah satunya dengan penelusuran di Pantai Sawarna.

Selasa, 21 November 2017

Kisah Luka-Luka Andri – Episode Erna


          Ketika kamu merasa luka-luka karena patah hati, tidak ada antibiotik yang dapat menyembuhkan luka dengan cepat. Kamu hanya perlu menunggu hingga waktu menyembuhkan sendiri luka-luka tersebut kecuali kamu memilih untuk jatuh cinta kembali, namun tidak akan menghilangkan luka yang ada. Luka yang lama akan berganti luka yang baru ketika kamu gagal untuk jatuh cinta kembali.

                In memorian 2010      

Kali ini kehidupan baru dimulai. Tantangan baru pun bertambah. Saya melanjutkan sekolah ke Sekolah Menengah Umum. Perlahan luka saya yang lalu mengering dan bersiap untuk menggantikannya dengan kisah yang menyenangkan. Pada tahun sebelum 2010 masuk ke sekolah negeri merupakan prestasi yang membanggakan apalagi jika mendapat rangking dan juara di sekolah sebelumnya. Saya bersyukur bisa masuk di salah satu SMU negeri di Kota Bogor.  Meski saya bukan termasuk anak pintar, namun keberuntungan masih berpihak pada saya, karena banyak anak yang pintar malah tidak diterima di sekolah yang diimpikan.

Sekolah baru, lingkungan baru, teman baru, tentunya harus ada kisah cinta baru yang harus menjadi pengalaman. Masa asmara anak SMU tak beda jauh dengan masa SMP, seperti rumusan klasik dimana cinta cinlok adalah rumusan yang mainstream terjadi lingkungan SMU. Namun tidak sedikit pula ada kisah antar sekolah yang ujung-ujungnya biasanya berakhir dengan tawuran. Ngomong-ngomong soal tawuran, tingkat tawuran SMU/SMK/sederajat pada masa saya lebih tinggi dibanding anak SMP. Hal ini dikarenakan tingkat kelabilan dan terpengaruhnya dari lingkungan liar semakin besar terjadi di masa SMU. Hal ini yang mengakibatkan banyak korban berjatuhan di masa pubertas yang amat sangat labil.Namun untungnya, saya tobat untuk melakukan hal-hal kenakalan yang berakibat parah.

Minggu, 12 November 2017

Kisah Luka-Luka Andri – Episode Clarista


Kamu tahu ada berapa luka-luka pernah bersemayam dalam kisah-kisah saya? Dan siapakah first love dalam kisah-kisah ini? Kamu bisa menjawab dengan menebaknya setelah kamu berada pada kisah di episode terakhir..

pengantar yang membosankan. Kamu bisa skip membaca ini hingga pada kisah-kisah luka yang saya ceritakan.

Saya pernah berencana untuk menulis kisah-kisah sendu tentang luka karena patah hati. Tentunya sebelum kisah-kisah berikut ini ada. Menulis kisah-kisah luka menurut saya mudah-mudah susah, karena ketika saya merubah kisah-kisah yang berada di kepala menjadi sebuah tulisan, luka-luka lama yang terbawa kembali hidup dan menghantui pikiran saya untuk bercerita, rasanya seperti kesetrum aliran listrik 12 volttidak terlalu tinggi namun cukup membuat saya terkejutdan membuat kepala saya menggelitik. Secara mendadak membuat pori-pori saya terbuka bak stomata pada daun yang mengeluarkan oksigen.

            Kisah luka ini adalah kisah nyata pengalaman saya. Kisah percintaan seorang remaja yang terjebak dalam kehidupan lingkaran asmara. Saya yakin beberapa dari kamu pernah mengalaminya sama seperti saya. Luka hati terjadi akibat kisah cinta yang berakhir. Selalu seperti itu. Saat masa pacaran, tidak ada kisah cinta yang tidak berujung luka hati. Semakin banyak seseorang memiliki kisah-kisah luka semakin bertambah pula kemampuannya dalam mencoba untuk jatuh cinta kembali. Luka hati akan berakhir pada kisah pengalaman percintaan seseorang dengan mantan kekasihnya. Namun, Luka hati tidak selamanya terjadi setelah pacaran, ada juga karena gagalnya mendapatkan cinta.

            Berbicara tentang mantan, saya ingin bercerita kisah luka-luka ini dengan sosok mantan-mantan. Mantan kekasih, mantan gebetan, mantan teman tapi sayang-sayangan, sampai mantan kakak-adean yang ketemu gede. Meski untuk sebagian kamu mengganggap mantan adalah sosok yang menakutkan, tidak bagi saya.

            Mantan itu adalah alumni hati. Tanpa mereka saya tidak akan mendapat prestasi dalam pembelajaran selama berkisah cinta. Jadi menurut saya, mereka adalah bagian dari kenangan kita yang sudah diarsipkan dalam memori kita. Ketika pada saatnya kita membutuhkan arsip tersebut untuk suatu hal kita hanya tinggal mendownload dan membukanya dalam berangkas kita, seperti untuk reuni kembali, CLBK, atau untuk dijadikan kartu undangan pernikahan kamu dengan calon pasanganmu. Kalau saya, akan dijadikan bahan baku pembuatan tulisan baru tentang kisah-kisah luka saya.

Saya akan bercerita dengan sederhana dan akan memulai dengan kisah luka pertama.

Jumat, 20 Oktober 2017

Satu Hari yang (Seharusnya) Menyenangkan

Oleh : Andri Mulyahadi

Pertama-tama saya mengucapkan puji syukur Alhamdulillah kepada Tuhan Yang Maha Esa.. karena saya masih diberikan umur dan kesehatan di tahun ini..
Hingga saya masih bisa menulis kata-kata ini.

Saya berterimakasih kepada keluarga dan para sahabat yang sudah mengingat dan memberikan kejutan kecil untuk saya. Sebuah hadiah yang luar biasa di hari yang luar biasa ini..

Satu hari yang menyenangkan..
Sebelumnya saya menanti-nanti satu hari yang menyenangkan ini, ketika telah datang ingin rasanya mengisi dan menghabiskan waktu yang menyenangkan dan bahagia, namun hal itu tak berlangsung lama, saya tahu, saya tak bisa meminta waktu untuk berhenti beberapa jam saja, atau beberapa menit untuk berlama-lama. Karena saat saya kehilangan hari ini, saya harus menunggu 365 hari lagi untuk bisa bersenang-senang seharian. Itupun jika Tuhan masih memberi saya kesempatan hidup hingga 365 hari lagi.

Satu hari yang menyenangkan..
Saya membuka kotak surat.. Mungkin Ada banyak pesan yang berdatangan di dalam sana. Semuanya sebuah pesan-pesan bahagia untuk saya. Pesan yang mungkin bisa membuat saya meneteskan air mata bukan karena sedih tapi bahagia.  Pesan yang tak tega untuk saya hapus apalagi dibuang. Jika saja kotak surat itu sebesar kamar, rasanya ingin ku simpan hingga tahun berikutnya. Namun bisa saja saya tak ingin membukanya karena tak ada satu suratpun bersemayam di dalam sana.

Satu hari yang menyenangkan..
Saya teringat seseorang. Dia pernah menemani saya melewati satu hari yang menyenangkan ini, namun itu tahun lalu, bukan maksud saya tahun lalu yang lain, saya lupa pada tahun yang mana. Bayangkan saya melalui hari yang menyenangkan seperti ini sendiri pun gembira apalagi ditemani seseorang,  "satu hari berasa dua hari". Namun hari ini seseorang itu sedang tidak bisa menemani saya, mungkin dia sedang ada keperluan mendadak atau sedang bekerja di luar kota. Setidaknya saya tak ingin berpikiran "seseorang itu sudah lupa".

Satu hari yang menyenangkan.
Saya banyak bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan, mereka tampak gembira dan bahagia, sebuah tawa renyah dan senyuman sudah cukup membuat saya percaya bahwa mereka juga sedang menikmati satu hari yang menyenangkan. Sebuah hal lucu bisa bertemu dengan orang yang juga sedang menikmati hari mereka yang menyenangkan, serunya kita bisa menikmati nya bersama, hanya ada rasa senang, rasa yang lain kita akan mengesampingkan dahulu. Namun itu memang tak selalu ada, terkadang kita tak tahu mana orang yg benar-benar sedang menikmati hari yang menyenangkan ini atau hanya bersembunyi dari wajah senyumnya itu.

Satu hari yang menyenangkan.
Saya berdoa. Saya ingin berdialog dengan Tuhan, saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya karena telah memberikan saya satu hari yang menyenangkan ini. Dengan begitu saya akan libur merasakan sedih, sesal, kecewa, marah. Saya hanya merasakan satu hal saja kesenangan, karena saya tahu Tuhan hanya memberikan ku satu hari saja dalam setahun, satu hari yang menyenangkan. Terimakasih Tuhan hanya Engkau yang mengetahui segalanya.

Satu hari yang menyenangkan..
Saya kembali ke rumah. Waktu saya yang menyenangkan ini tersisa beberapa menit saja. Rasanya ingin sekali mengulangi hari yang menyenangkan ini. Atau minimal tambah satu hari lagi. Namun waktu memang tidak bisa ditawar-tawar, waktu hanya memberikan satu hari yang menyenangkan ini satu kali saja, jika saya ingin lagi harus menunggu tiga ratus hari lebih. Ingin saya memimpikan hari ini tak boleh berakhir karena saya masih menunggu sesuatu yang akan datang, setidaknya di detik-detik terakhir hari ini..
Saya masih menunggu..

Satu hari yang (seharusnya) menyenangkan.. saya bersyukur dengan hari ini karena saya hanya merasakan satu perasaan saja, yaitu senang, tidak lain. Meski saat kamu membaca cerita sederhana ini merasa bersedih atau apapun kecuali senang, berarti kamu sedang mengetahui apa sebenarnya hari yang menyenangkan itu.. namun kali pertama satu hari yang menyenangkan itu aku lewati.. aku bersedih..
Satu hari dimana saat kali pertama aku menjerit dan meneteskan air mata ketika bertemu dengan dunia..

Satu hari ini (sebenarnya)... Sudah hilang..

Jumat, 21 Juli 2017

[REVIEW] FAITH AND THE CITY BY HANUM SALSABIELA RAIS & RANGGA ALMAHENDRA



I didn’t expected to write this review before, because I haven’t feel the energy of love flowing there. But I see, a light from “99 Cahaya di Langit Eropa” was shining into “Faith and The City”. It as a form of my appreciation for best author Mrs. Hanum Salsabiela Rais and Mr. Rangga Almahendra. They have been delivering great stories and experiences to be “Faith and The City.”