Sabtu, 10 Mei 2014
Suara-suara yang Tersembunyi di Malam Hari
Jumat, 28 Maret 2014
Panggung Sandiwara
(puisi
oleh)
Andri
M. Pradhana
Kemarin
rasanya aku ingin mati
Dibawah kerlip lampu neon ibu kota yang sunyi
Berteman sinar kecil meredup sesekali
Dan berteriak tenggelam ditelan bumi
Dibawah kerlip lampu neon ibu kota yang sunyi
Berteman sinar kecil meredup sesekali
Dan berteriak tenggelam ditelan bumi
..aaaaa…
Bukan siapa aku mengapa
Bukan karena engkau dimana
Perlahan hidup ku habis dimakan usia
Dan meninggalkan panggung sandiwara...
Bukan siapa aku mengapa
Bukan karena engkau dimana
Perlahan hidup ku habis dimakan usia
Dan meninggalkan panggung sandiwara...
Kemarin rasanya aku ingin mati
Bersama penghuni gelap penyayat hati
Seperti panah-panah penembus rongga dada
Berjalan tak seperti penunggang kuda
Yang terus berlari..
Husssssss…
kepakan angin merobek mata
menerjang rumput-rumput di depannya
Dan meninggalkan panggung sandiwara…
Kemarin rasanya aku ingin mati
Terbaring sunyi dihamparan kota mati
Kau tak tahu
Bahkan kau tak jemu
Ingin ku melawan
Diantara ribuan godaan awan
Menyelimuti malam menutup rembulan
Kemarin rasanya aku ingin mati
Tak pantas berada di panggung sandiwara ini
Tak tahu mengapa aku di sini
Tak seperti mereka yang sejati
Karena ku bukan siapa siapa lagi
Disini…
Aku ingin pergi..
Dan meninggalkan panggung sandiwara..
Untuk terakhir kali…
Kamis, 27 Maret 2014
Sabtu, 22 Maret 2014
Senin, 17 Maret 2014
Semalam di Bui
Puisi oleh:
(Andri M. Pradhana)
Tiada hari tanpa gelapnya sang malam
Dingin hanyut menggeletakan pemuja kebebasan
Di setiap sudut kesunyian menghampiri
Setiap jiwa yang ingin berdiri
Di atas kesesalan di balik jeruji
Penghempas kaum tak terpuji
Selasa, 11 Maret 2014
Teman Kaleng I

Entah
mengapa aku merasa rindu setiap kali melihat pintu tua itu. Ku tahu itu akan
membawaku ke masa keemasan dimana jejak-jejak tanganku berada di sana. Membuat
kenangan menjadi nyata dan menghapuskannya sejak pintu itu kembali ditutupnya
untuk waktu yang tak sedikit. Begitu kesepian saat tak ada jejak tangan yang
tertinggal di sana. Kurasa tak lagi kesepian tapi lebih dari itu, dingin dan
tak tersentuh. Tapi itu yang membuatku terpanggil untuk membukakan pintu dan
menghadiri ruangan yang sudah lama tak tersentuh langkah kaki.
Kamis, 06 Maret 2014
Diantara Langkah dan Persimpangan
Puisi oleh:
(Andri M. Pradhana)
Aku…
Berjalan kemana langkahku berpijak…
Membawa ke jalan yang tak pernah ada persimpangan…
Yang sebenarnya kakiku enggan menyentuh debu-debu ini…
Langganan:
Postingan (Atom)



