Sabtu, 22 Maret 2014
Senin, 17 Maret 2014
Semalam di Bui
Puisi oleh:
(Andri M. Pradhana)
Tiada hari tanpa gelapnya sang malam
Dingin hanyut menggeletakan pemuja kebebasan
Di setiap sudut kesunyian menghampiri
Setiap jiwa yang ingin berdiri
Di atas kesesalan di balik jeruji
Penghempas kaum tak terpuji
Selasa, 11 Maret 2014
Teman Kaleng I

Entah
mengapa aku merasa rindu setiap kali melihat pintu tua itu. Ku tahu itu akan
membawaku ke masa keemasan dimana jejak-jejak tanganku berada di sana. Membuat
kenangan menjadi nyata dan menghapuskannya sejak pintu itu kembali ditutupnya
untuk waktu yang tak sedikit. Begitu kesepian saat tak ada jejak tangan yang
tertinggal di sana. Kurasa tak lagi kesepian tapi lebih dari itu, dingin dan
tak tersentuh. Tapi itu yang membuatku terpanggil untuk membukakan pintu dan
menghadiri ruangan yang sudah lama tak tersentuh langkah kaki.
Kamis, 06 Maret 2014
Diantara Langkah dan Persimpangan
Puisi oleh:
(Andri M. Pradhana)
Aku…
Berjalan kemana langkahku berpijak…
Membawa ke jalan yang tak pernah ada persimpangan…
Yang sebenarnya kakiku enggan menyentuh debu-debu ini…
Kamis, 13 Februari 2014
Kamu
Yang membuatku terus tersenyum
Dengan nada dan gerikmu yang anggun
Terkadang membuatku tersipu
Terkadang menjadi pilu
Pernah ku merasa samar
Tapi kamu yang membuatnya jelas
Pernah ku merasa gelap
Dan kamu yang membuatnya terang
Pernah hidupku hitam putih
Lalu kamu lukiskan warna warni
Dulu hidupku menangis
Karena kamu hidupku tertawa
Seperti apa bukan apa apa
Seperti itu juga bukan itu
Kamu memang kamu
Selalu membuatku diam
Dan terus menatapmu
Ku tertawa
melihat kamu tertawa
Ku tak
rela melihatmu menangis
Ku tak
ingin membuatmu patah hati
Ku ingin
membuatmu secantik mawar
Dalam hatiku yang selalu berkobar
Kamu terlalu rapuh untuk merasakan sedih
Kamu terlalu pudar untuk mengharapkan yang lain
Aku selalu ingin melihatmu bahagia
Aku selalu ingin cantikmu selalu ada
Karena kamu membuatku kagum
Karena itu membuatku memilih kamu
Selasa, 04 Februari 2014
Bayangan
Senin, 03 Februari 2014
Bagaimana Rasanya di-PHP-in?
Ada yang
bertanya, bagaimana rasanya di-PHP-in? gue selalu berfikir kenapa ada orang
yang beranggapan demikian. Ada seseorang yang pernah bercerita sama gue tentang
pertanyaan tadi. Mungkin dia belum pernah merasakannya atau mungkin setelahnya
dia alami dan bertanya. Kalau perlu gue jawab, penjelasannya akan panjang. Lo lihat
antrian mobil yang macetnya parah sangat? Kalo harus gue jelasin satu
persatunya, itu macet gak akan jalan-jalan. Kenapa gue ngomongin tentang mobil
yang terjebak macet? Terjebak bukan terkena. Karena saat mobil menghadapi macet
sudah pasti terkena tapi lebih parahnya lagi terjebak. Itu akan terasa beribu
rasa suntuk, kesal, sebel, dan sebagainya. Nah itu sama seperti orang yang
terkena virus PHP. Kenapa gue bisa bilang itu virus? Bagaimana bisa itu berupa
virus?? Berikut penjelasannya.
Langganan:
Postingan (Atom)

