Malam itu gak hujan sih cukuplah buat gue pergi teraweh. Yang qomat udah nyaring aja tuh gak sabaran amat ya gak tau apa gue lagi pake sarung, "aduh kebalik lagi" gue lari sambil tangan kiri pegang peci tangan kanan masih pegang sarung digulung sampai pinggang biar gak kedodoran pas solat, apa perlu gue pake gesper, ribet banget prasaan mau solat juga haha. Mana jarak rumah gue ke mushola lumayan deket lagi jadi gue lari juga sampe. pas gue mau salat, "garing amat ya muka gue kaya belum kena air" gue ngusap wajah pake tangan, "bener aje gue belom wudhu, parah banget solat belom wudhu. Yaudah gue wudhu trus solat yang udah ketinggalan satu rakaat solat isya. ".........bs...............aau........sbsbsbsb......." sorry yang ini gak bisa diceritain soalnya gue lagi khusuk solat.
Minggu, 12 Januari 2014
Tak Sampai Makassar
Malam
itu hujannya deres banget tak hanya membuat rumput kehujanan, tapi juga bikin
hati gue basah. Gue tunggu balesannya, gak ada. Ditambah suara hujan yang bikin
pikiran gue tambah gak karuan. Gue coba memanggilnya lagi
“lis,
lisa permisi” gue coba bunyikan kunci gembok yang memang menggantel pada slot
pintu pagar.
Gue
mencari-cari bel rumahnya ternyata ada disamping tembok tapi sayang itu gak
aktif, mungkin rusak. Perlahan suara gue mulai lenyap oleh gemuruhnya suara hujan
ini. seakan melarang gue untuk melawan gemuruh itu meski beberapa kali gue
sautin tapi gak ada jawaban apa-apa. Sungguh kasihan baju gue yang super
kebasahan hati gue juga. Saat terakhir gue bilang permisi dan hendak pergi,
tiba-tiba pintu rumah lisa terbuka perlahan.
Cinta Rasa Coklat Vanilla
Saat itu
aku duduk di bawah langit-langit teras rumah bersandarkan tembok yang kian
merapuh dan beralaskan tikar tipis yang berwarna coklat, serasa manis jika
ditemani sepotong kupkeik vanila dan secangkir susu coklat yang hangat. Sore
itu benar-benar terasa sungguh menawan saat pemandangan menakjubkan tampak
bersinar di ujung pandanganku yang seakan menghiasi hatiku yang sedang pilu.
Detik-Detik Pergantian Tahun
Seperti kebanyakan
orang-orang diseluruh dunia merayakan moment yang satu ini. Semua tampak
antusias dengan pergantian tahun. Siapa yang gak tahu, semua orang tahu. Semua orang
ingin menyambut tahun yang baru dengan harapan yang baru yang berharap menjadi
baik di kedepannya. Banyak mungkin permohonan-permohonan yang dilantunkan
manusia kepada Yang Maha Kuasa agar menjadi lebih baik di tahun yang baru ini,
meski dalam cara yang berbeda beda. Tetapi kebanyakan orang menunggu
detik-detik itu…termasuk aku sendiri.
The Rain With Temptation Love
Puisi oleh :
(Andri M. Pradhana)
"The Rain With
Temptation Love"
When I can wait the rain
is over
When I can see in the
around
its very bad...
the droplets rain is
said
to cloud is clouldy
be reveresed sad in the
sky
will I drop as droplets
is weak?
no, I know...
you should be droplets
is beauty with you show
dancing, singing, and
flying into the down
Really..??
of course, I wait you
drop is graceful
and give mean in my life
to be what I write to my
story
when I know the rain
helped me
from peoples is
temptation
saw without your
twin-eyes
not as the snake stand
on the earth
not as the eagle
srcaping the sky
not as the shark ruling
in the seas
nothing said nothing the
movement
just gaze is trouble...
opened what was you
have?
or closed without try
again
gave what was you have?
or take with my hand
and now I know
when rain is hidden
for what...?
I must learn coz it is
guide for me
and when the rain is
over
its only temporary
continue without sign...
the rain give me
attentions
give stopped in tonight
coz I have love is love
not temptation love
and this just..
the rain with temptation
love...
Lukisan Pelangi
Puisi oleh:
(Andri M. Pradhana)
Akankah kita berada dalam sebuah lukisan ?
Yang tampak hanya goresan-goresan kelabu
Tak lebih seperti pahat yang tiada arti
Memercakan di setiap sudut pati
Dan keindahannya yang tak pernah terwujud
Akankah ku sebut warna dalam butiran hujan?
Yang tampak anggun mengaliri pulir sungai yang
jernih
Tiada seperti siraman senja yang dibanjiri sang
pelangi
Ketika akan saatnya tersenyum dan manja
Sebagai bunga seroja yang tumbuh dalam ranting
Dan daun dalam batangnya
Akankah ku pertemukan dua hati dalam warna pelangi?
Yang memerah hingga menguning
Tiada kelabu menjadi nuansa bening
Kini mereka bertemu seperti merpati dan kaswari
Mengaduh janji lukisan pelangi
Yang tak pernah pudar mewarnai hati
Akankah ini lukisan pelangi?
Yang ku lukis dengan jiwa dan hati
Tak ada warna yang terlewatkan
Tak ada makna yang tak sepadan
Semua berseri seperti cinta dalam lukisan pelangi
Bayangan
Puisi oleh:
(Andri M. Pradhana)
Tak ada hitam yang mendekati putih
Saat putih yang tak kuasa menghitam
Terpijak seperti alas dalam naungan sunyi
Sebagai gelap yang tak pernah tersentuh terang
Dalam renung dan nafas
Terhenti saat terlepas
Dan menghilang saat cahaya menghilang
Meredup saat jasad tiada terlelap
Membalik hingga tak pernah kembali
Menutup dalam kekosongan hati
Meraba yang
tak terlihat
Mencium yang tak terawang
Yang tersapu hembusan kelam
Dalam heningan hanya ada satu bayangan
Tak terlepas dari langkah sang pijakan
Mendebur seperti debu yang usang
Tak tersentuh jiwa yang tak tenang
Kini tiada saat bayang menghilang
Berpesan dalam cahaya yang terang
Karena ada dalam sisi yang berbeda
Tak seperti sisi lain yang nyata
Ada dalam bagian yang berbeda
Dan menemani langkah dalam sesal
Bayang dalam bayangan
Tertutup jiwa yang bimbang
Penuh arak dan perak
Yang tiada dalam benak
Bayangan tak ada makna
Berwujud gelap yang semakin gulita
Bercermin dalam pekat malam
Hingga tiada bayangan yang terlihat
Seperti bayang dalam bayangan
Langganan:
Postingan (Atom)